Gen Z Marketing: 5 Tips Mudah Menjaring Pelanggan dari Generasi Termuda Saat Ini

Walau sering disamakan dengan generasi Milenial, tapi ternyata Gen Z punya karakteristik yang berbeda dibandingkan kakaknya dan paling unik dibandingkan dengan generasi lainnya. Statusnya sebagai generasi termuda membuat para marketer butuh pendekatan khusus untuk memancing mereka agar mau membeli produk yang mereka jual. Inilah kenapa teknik dasar Gen Z marketing harus kita pelajari untuk meningkatkan penjualan dari konsumen yang berasal dari generasi ini.

Sekilas Tentang Gen Z

Gen Z (singkatan dari Generasi Z) adalah mereka yang lahir pada tahun 1997-2010. Saat ini, yang termuda dari mereka sedang berada di usia remaja dan anak-anak, sementara yang tertua udah mulai pada lulus kuliah dan masuk ke dunia kerja untuk pertama kalinya. 

Mulai masuknya mereka ke dunia kerja jadi tanda kalau generasi yang satu ini udah gak bisa dianggap sebagai anak-anak lagi. Banyak dari mereka udah bisa berbelanja dengan uang hasil jerih payah sendiri. Kehadiran Gen Z sebagai konsumen ini sampai menjadikan Gen Z marketing sebagai salah satu tren digital marketing terbesar di tahun 2020. Sebuah studi dari MNI Targeted Media mengklaim kalau 40 persen konsumen yang berbelanja di tahun 2020 merupakan Gen Z. 

Menariknya lagi, Gen Z ternyata punya kesadaran finansial yang cukup tinggi. Sebuah studi dari Lincoln Financial Group di tahun 2016 mencatat kalau 60 persen Gen Z udah punya rekening tabungan dan 54 persen udah punya rekening terpisah untuk berbagai proses pembayaran. Angka ini merupakan angka terbesar dibandingkan dengan generasi lain saat mereka berada di usia yang sama. Bahkan sebuah studi dari Generational Kinetics menemukan kalau 21 persen Gen Z udah punya rekening tabungan sebelum menginjak usia 10 tahun.

Cara Mudah Melakukan Gen Z Marketing

Dari karakteristik yang udah disebutin tadi, para marketer ahli berpendapat kalau Gen Z bisa didekati dengan 5 cara ini: 

1. Temukan Gen Z di ‘Habitat Alami’ Mereka

Platform terfavorit yang jadi favorit Gen Z adalah Youtube, Instagram dan Snapchat. Kamu bisa mulai untuk mempromosikan produkmu tiga website yang fokus pada konten visual dan video ini. Ini membuktikan kalau Gen Z lebih tertarik pada jenis konten seperti daripada konten tulisan. Walau Facebook dan Twitter masih relatif jadi yang terpopuler bagi segala generasi, tapi rupanya mereka tidak terlalu diminati oleh Gen Z. Oh iya, TikTok juga lagi jadi primadona bagi generasi yang satu ini.

Sebuah studi dari MNI Targeted Media juga menemukan kalau konten streaming audio sangat digemari oleh Gen Z. Inilah kenapa iklan di konten podcast dan internet radio bisa lumayan efektif untuk menjaring Gen Z. Kesuksesan medsos yang fokus pada konten visual jadi bukti kalau Gen Z punya respon yang baik terhadap konten vlog, fotografi, komik online, GIF dan bahkan memes. Dari sekian banyak jenis konten tadi, yang paling banyak jadi favorit Gen Z adalah video pendek. 

2. Personalisasi Jangan Sampai Langgar Privasi

88 persen Gen Z ingin agar privasi mereka terjaga, tapi di sisi lain ada 44 persen dari mereka berharap agar iklan yang mereka tonton relevan dengan kehidupan mereka. Dua hal yang berlawanan ini membuat marketer harus berhati-hati dalam beriklan. Jalan tengah yang terbaik adalah dengan memberi opsi untuk mereka pilih sendiri, mau ada iklan yang dipersonalisasi bagi mereka atau enggak. 


Baca Juga:

5 Tips untuk Memasarkan Produkmu ke Generasi Boomers

5 Tips Memasarkan Produk ke Generasi X

Ooh, Ternyata Begini Cara Memasarkan Produk ke Kaum Milenial


3. Jangan Hanya Cari Keuntungan

Gen Z punya rasa keadilan yang tinggi. 68 persen dari mereka ingin menciptakan dunia yang lebih baik, sedangkan 56 persen dari mereka menganggap kalau dirinya punya rasa kesadaran sosial. Maka dari itu, mereka berharap agar brand bisa punya rasa keadilan yang sama. Sebuah studi terkait menemukan kalau 55 persen Gen Z memilih brand yang ramah lingkungan dan punya tanggung jawab sosial. 

Salah satu poin penting dalam hal kesadaran sosial ini adalah mengenai keberagaman, hal ini karena Gen Z sendiri terdiri dari berbagai jenis latar belakang mulai dari etnis, agama dan masih banyak lagi. Bagi generasi yang lebih tua, mengangkat isu-isu seperti ini mungkin berbahaya karena berpotensi mendapat respon negatif. Namun bagi Gen Z, brand yang berani mengangkat isu-isu ini akan dianggap sejalan dengan nilai-nilai yang mereka percayai.

4. Sampaikan Pesan Lewat Video Pendek

Media terbaik untuk memasarkan produk ke Gen Z adalah video pendek, titik. Studi yang dilakukan Google menemukan kalau 71 persen Gen Z menghabiskan lebih dari 3 jam waktunya untuk menonton video online atau streaming film/serial favorit mereka, termasuk melalui perangkat mobile. Meski begitu, bukan berarti kamu bisa asal bikin konten video. Format video pendek lebih cocok untuk brand mengingat Gen Z juga dikenal mudah untuk mengalihkan perhatian mereka ke hal lain. Video pendek yang kamu buat harus ringkas dan gak bertele-tele dalam menyampaikan pesan. Pada akhirnya, hanya kamu sendiri yang tahu video apa yang cocok untuk pelangganmu yang merupakan Gen Z.   

5. Hati-hati Saat Membaur dengan Mereka 

Gen Z dikenal ahli dalam hal mendeteksi impostor atau brand yang sok-sokan dekat dengan mereka. Jika kamu tidak hati-hati, kamu akan dianggap sok asyik sehingga pendekatan yang kamu lakukan justru akan berbalik jadi hujatan. Untuk menghindari hal ini, cobalah untuk meminta pendapat langsung dari Gen Z yang kamu kenal atau dengan menggunakan jasa influencer yang jadi idola mereka.

Nah, itu tadi tips-tips untuk memasarkan produk jualanmu pada Gen Z. Agar Gen Z marketing yang kamu jalankan bisa sukses, gunakan juga platform ecommerce terbaik yaitu TokoTalk. Dengan tampilan yang ramah dan bisa dikustomisasi sesukamu, Gen Z dan generasi lainnya gak akan ragu untuk berbelanja di tokomu.

Sebarkan artikel:
0Shares
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *