Ooh, Ternyata Begini Cara Memasarkan Produk ke Kaum Milenial

Istilah milenial semakin populer dalam satu dekade belakangan ini. Generasi yang juga dikenal dengan istilah ‘anak 90-an’ ini memang selalu jadi bahan obrolan. Salah satu sebabnya adalah karena generasi yang satu ini perlahan-lahan mulai menggeser dominasi generasi X yang udah sejak lama memegang posisi penting di pemerintahan, dunia bisnis, dan berbagai bidang lain.

Kaum Milenial juga merupakan kaum dengan jumlah terbanyak atau mayoritas dari total populasi yang ada saat ini. Dengan kata lain, setiap penjual harus punya strategi pemasaran yang khusus mentarget generasi yang satu ini. Dilansir dari Wordstream.com, berikut karakteristik yang dimiliki kaum milenial serta strategi pemasaran seperti apa yang paling tepat buat mereka.

Karakteristik Kaum Milenial

Milenial atau disebut juga Generasi Y merupakan generasi yang lahir antara tahun 1981-1999. Mereka dikenal sebagai generasi yang paling banyak berpikir menggunakan hati. Milenial juga lebih mementingkan isu-isu sosial daripada ekonomi. Sebuah studi yang dilakukan oleh Brookings Institute menemukan kalau 64 persen dari kaum Milenial lebih memilih pekerjaan dengan pendapatan 40.000 USD per tahun tapi mereka sukai daripada mendapatkan 100.000 USD per tahun tapi jenis pekerjaannya mereka anggap membosankan.

Milenial juga punya pengaruh yang besar dalam hal perekonomian. Kaum ini per tahunnya mampu menghabiskan 200 triliun USD untuk berbelanja. Mereka dikenal sebagai kaum yang paling jarang berbelanja di toko fisik, tapi sekali berbelanja mereka bisa langsung beli satu keranjang penuh. Dalam hal belanja online, generasi ini merupakan yang paling antusias dibanding generasi lainnya. Mereka juga mudah terpengaruh ajakan belanja dari teman dan keluarga, serta cenderung memilih pengalaman belanja yang paling mudah. Hampir semua strategi pemasaran yang ada saat ini hadir untuk memenuhi kebutuhan mereka, soalnya strategi pemasaran tradisional gak akan mempan. Milenial akan mempertimbangkan untuk membeli makanan dari apa yang mereka lihat di Instagram, memilih tukang cukur atau stylist  dari Facebook, dan ingin agar produk yang mereka beli langsung sampai di rumah mereka.

Tips Memasarkan Produk ke Kaum Milenial

Dari berbagai karakteristik tadi, maka cara terbaik untuk menjadikan Milenial sebagai target pasar adalah:

1. Fokus ke Inovasi

Kaum Milenial suka banget ama hal-hal baru. Restoran-restoran yang baru muncul bisa langsung jadi populer karena peran Milenial. Begitu pula dengan Apple, brand yang dipopulerkan Steve Jobs ini sukses di pasaran karena inovasinya yang selalu ditunggu kaum Milenial. Bahkan sebuah studi menemukan kalau 21,7 persen Milenial cenderung memiliki PC dari jenis Mac. Ini juga yang jadi alasan kenapa peluncuran iPhone baru selalu ditunggu-tunggu. Fitur-fitur baru Instagram juga selalu mendapat respon positif karena dianggap sebagai inovasi. Selain itu, kepopuleran aplikasi kencan dan fotografi menggunakan drone juga banyak dipengaruhi oleh penggunanya yang kebanyakan Milenial. Intinya sih, Milenial itu suka banget dengan cara baru untuk mengatasi masalah yang umum terjadi.

2. Buat Review

Karena Milenial mudah dipengaruhi oleh teman mereka, review jadi cara yang efektif untuk mengajak mereka berbelanja. Sebuah survei menunjukkan kalau 68 persen Milenial tidak akan membuat keputusan penting seperti membeli produk sebelum mendiskusikannya dengan orang yang mereka percayai. Sebelum liburan, mereka akan membaca review di TripAdvisor. Saat hendak makan di restoran, mereka membaca review di Zomato. Bahkan sebelum menonton film mereka akan melihat dulu ratingnya di IMDB atau Rotten Tomatoes, jadi pastikan toko onlinemu punya review yang bagus dan mudah untuk ditemukan.


Baca Juga:

5 Tips untuk Memasarkan Produkmu ke Generasi Boomers

5 Tips Memasarkan Produk ke Generasi X


3. Gunakan Medsos Untuk Memberi Kupon Diskon

Sebuah studi dari Yahoo menemukan kalau sebesar 63 persen dari kaum Milenial akan langsung mengunjungi toko online jika mereka mendapatkan kupon diskon atau promo lainnya. Bahkan potongan harga sebesar 20 persen udah cukup untuk membuat 50 persen kaum Milenial mau mengunjungi retail yang memberi diskon ini. Cara terbaik untuk membagikan kupon diskon ini adalah dengan postingan “dapatkan kupon ini dengan cara membagikan postingan ini ke lima orang temanmu” dan sejenisnya. Dengan begitu, kamu bisa mendapat banyak pelanggan sekaligus.

Membuat diskon dari kode voucher juga gak susah kalau kamu biasa pakai TokoTalk, soalnya kamu bisa membuat kode voucher apapun sesukamu dari halaman admin. Atur sendiri seberapa besar potongan harga yang kamu mau untuk tiap kode voucher yang kamu buat. Mudah dan praktis, bukan?

4. Beri Hadiah Melalui Program Loyalty

Hadiah yang bisa didapatkan pelanggan melalui program loyalty ini bisa beragam, mulai dari diskon produk hingga merchandise. Menurut sebuah survei dari Harris Poll, 77 persen Milenial udah tergabung ke program loyalty dan mau berpartisipasi jika ada promo terkait loyalty ini. Sementara itu, 73 persen pengguna smartphone tertarik untuk menggunakan smartphone mereka untuk mengikuti program loyalty yang ditawarkan oleh brand. Salah satu contoh brand yang sukses mengimplementasikan program loyalty ini dan jadi favorit Milenial adalah Starbucks.

5. Pakai Iklan Radio

Iklan radio memang dikenal sebagai salah cara tradisional dalam strategi pemasaran. Meski begitu, rupanya cara ini efektif untuk menjaring kaum Milenial. Hal ini karena 93 persen Milenial masih aktif mendengarkan radio dengan durasi rata-rata 11 jam per minggu. Frekuensi ini lebih tinggi dibandingkan dengan Generasi X dan Boomers. Akibatnya, konten podcast punya tingkat kepopuleran yang sama dengan Netflix. Wajar sih, soalnya Milenial (dan generasi lain tentunya) sehari-harinya biasa mendengarkan radio di mobil atau transportasi umum saat melakukan perjalanan ke kantor atau kampus/sekolah.

Nah, itu tadi tips-tips bagaimana cara memasarkan produk ke kaum Milenial. Karena mungkin kamu sendiri adalah kaum Milenial, pastinya kamu paham bagaimana rasanya berada di posisi konsumen. Coba catat layanan atau produk apa yang biasa kamu beli dan apa yang membuatmu nyaman untuk terus menggunakan layanan atau produk tadi. Kalau kamu biasa berjualan di toko online yang dibuat dengan TokoTalk, pasti kamu tahu kalau fitur-fitur yang ada di TokoTalk bisa mendukung tips-tips yang udah disebutin tadi. Yuk, mulai jualan!

Sebarkan artikel:
0Shares
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *