Belajar Brand Marketing dari Brand Ternama

Kamu pernah penasaran gak, gimana sih caranya brand-brand besar jadi punya brand image yang kuat di mata pelanggan? Kalau iya, kita ada bocorannya, nih. Semoga bisa jadi inspirasi untuk brand yang lagi kamu bangun juga, ya! 

Istilah brand marketing memang terdengar asing buat bisnis kecil. Istilah ini lebih populer bagi brand besar dan staff marketing professional. Meski begitu, bukan berarti kamu gak perlu belajar teknik-teknik brand marketing dari mereka. Bahkan brand yang baru kamu rintis pun bisa memiliki image sekuat brand ternama asalkan kamu tahu cara membangun brand image ini. Dilansir dari 99designs.com, berikut cerita brand-brand besar dalam membangun image mereka.

Colgate

Brand pasta gigi ternama ini menggunakan teknik brand marketing  yang cukup unik. Alih-alih mendorong konsumen untuk menggunakan Colgate, mereka justru fokus untuk mengedukasi konsumen mereka. Komitmen ini mereka tunjukkan dengan menginisiasi Oral Care Center atau Pusat Perawatan Gigi dan Mulut. Melalui Oral Care Center ini, mereka membuat seri video seputar kebersihan gigi dan mulut. Selain itu, iklan yang mereka pasang di berbagai platform termasuk medsos selalu disertai fakta penting seputar pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Contoh campaign di website official Colgate

Teknik yang dilakukan Colgate ini memiliki tujuan jangka panjang yaitu untuk mendapatkan konsumen tetap yang akan terus menerus membeli produk Colgate. Hal ini karena brand dengan karakteristik yang jelas akan mudah dikenali dan bisa menimbulkan perasaan yang berbeda dibandingkan dengan brand lain di hati konsumen. Hasilnya? Turis yang sedang berada di luar negeri pun akan cenderung mencari pasta gigi Colgate saat berbelanja di minimarket.   

Apple

Brand yang dibangun oleh Steve Jobs ini rupanya memakai teknik brand marketing yang cukup sederhana. Mereka gak cuma membangun brand, tapi juga membangun sebuah gerakan. Produk yang mereka jual sebenarnya bukan smartphone atau tablet, melainkan lifestyle atau gaya hidup. Selain kemasan produk yang didominasi warna putih dan slogan ‘Think Different’ yang provokatif, peluncuran produk baru Apple juga selalu meriah dan dinanti banyak orang karena mereka merasa Apple adalah brand yang tepat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Contoh produk Apple. Foto oleh: Brad Pouncey

Teknik yang dilakukan Apple ini sukses melahirkan fandom atau basis fans yang kuat. Kekuatan fandom inilah yang jadi alasan dibalik kuatnya brand image Apple. Dedikasi para fans ini juga membuat Apple lebih leluasa dalam mengeksekusi strategi marketingnya. Soalnya eksekusi apapun yang dijalankan Apple, image sebagai brand yang modern dan inovatif akan selalu dipercaya oleh para fans-nya yang juga akan menyebarkan image tersebut ke orang-orang terdekat mereka.  

Nike

Saat memasarkan produknya, Nike sebenarnya gak cuma jualan sepatu tapi juga jualan cerita. Mulai dari website resmi hingga deskripsi produk yang mereka posting di medsos, Nike selalu memanfaatkan tiap kesempatan yang ada untuk bercerita tentang produk yang mereka jual dan ide apa yang menjadi inspirasi mereka.

Slogan andalan Nike yang sebenarnya juga mengandung unsur storytelling

Storytelling atau bercerita memang merupakan salah satu elemen penting dalam melakukan brand marketing. Hal ini karena cerita adalah unsur yang memanusiakan sebuah brand. Meski begitu, bukan berarti cerita yang kamu buat harus selalu bombastis. Bahkan cerita singkat mengenai perjalanan brand-mu bisa berpengaruh besar terhadap ketertarikan konsumen akan produkmu.

McDonald’s

Berbagai penelitian menemukan bahwa brand yang paling banyak dikenali orang dari berbagai belahan dunia adalah McDonald’s. Kunci kesuksesan gerai makanan cepat saji ini terletak pada konsistensi mereka. Konsistensi ini ditunjukkan melalui simbol huruf M berwarna emas yang membuat konsumen mengasosiasikan brand yang satu ini dengan perasaan senang atau gembira.

Billboard McDonald’s. Sumber Foto: Tastyad.com

Kekonsistenan ini telah mereka jaga selama lebih dari 60 tahun dan tentunya dengan tetap melakukan berbagai inovasi yang dibutuhkan seiring dengan perkembangan zaman. Logo mereka juga tidak banyak berubah dari sejak berdiri dan slogan mereka selalu menyampaikan hal yang sama: Kami ada untuk membuatmu bahagia. Kalau gak percaya, coba perhatikan slogan McDonald’s selama 60 tahun terakhir ini, pasti intinya sama:

1971-1975

You deserve a break today (kamu berhak mendapat istirahat hari ini)

1981

That’s my McDonald’s (Itu baru McDonald’s-ku)

1995-1997

Have you had your break today? (Sudahkah kamu beristirahat hari ini?)

2001-2003

Smile

2004-sekarang

I’m lovin’ it!

Konsistensi McDonald’s dalam menjaga brand voice ini bisa kita contoh. Kita tidak perlu mengganti logo atau slogan setiap waktu, cukup dengan satu logo dan slogan aja sebenarnya kita sudah bisa membangun brand image yang kuat. Gantilah logo dan slogan seperlunya dan tanpa mengubah esensi atau pesan yang mau disampaikan oleh brand-mu. Perubahan memang pasti diperlukan sewaktu-waktu, tapi perubahan yang terlalu ekstrim akan membingungkan konsumen dan membuat mereka merasa dikucilkan. Jadi hati-hati, ya!

Menarik banget ya ternyata, teknik brand marketing yang dijalankan oleh brand-brand ternama kayak Apple atau Nike. Nah, kalau kamu juga terinspirasi untuk membangun brand image layaknya brand-brand besar tadi, ada baiknya kamu mengikuti lima tips mudah berikut ini:

  1. Pahami tujuan brand yang kamu bangun
  2. Cari tahu target pasar yang kamu incar
  3. Buat dan jual cerita tentang brand-mu
  4. Kenali sainganmu dan tentukan apa yang membuat brand-mu berbeda
  5. Buat brand guidelines yang sekreatif mungkin

Kalau lima tips ini kamu jalankan, bukan gak mungkin suatu hari nanti brand-mu bisa sebesar brand-brand yang disebutin di atas tadi. Apalagi toko online yang kamu buat di TokoTalk bisa di-custom sesuka hati biar sejalan dengan brand image yang lagi kamu bangun. Yuk, mulai jualan!

Sebarkan artikel:
0Shares
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *