Ekspor Serentak Diikuti Banyak Produk UKM, Begini Tips Biar Produkmu Bisa Ikut Diekspor

Awal Desember 2020 lalu, pemerintah melakukan pelepasan ekspor produk yang dilakukan secara serentak di 16 provinsi Indonesia. Pelepasan ekspor kali ini dinilai menarik karena banyak produk yang diekspor merupakan hasil dari Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Bahkan bagi beberapa UKM, ekspor ini merupakan ekspor perdana mereka. Total ada 133 pelaku usaha, 54 di antaranya merupakan UKM, yang terlibat pada pada kegiatan ekspor ini. Jika ditotal, nilai ekspor dari 16 provinsi ini ada di angka 1,64 miliar US $ atau sekitar 23,75 triliun rupiah.

Ada 7 pelaku UKM yang menjadikan ekspor ini sebagai ekspor perdana mereka. Rata-rata dari mereka mengekspor produk seperti emping, jamu, produk olahan cengkeh, dan lain-lain. Selain itu, ada juga 11 pelaku UKM yang mengekspor produk-produk yang merupakan hasil dari diversifikasi produk atau produk yang dibuat dari bahan baku hasil daur ulang seperti kursi yang terbuat dari sisa kayu bekas, dan masih banyak lagi. Hal ini membuktikan kalau produk UKM Indonesia banyak diminati di berbagai belahan dunia. 

Pemulihan ekonomi Indonesia memang banyak bergantung pada usaha mikro. Bagaimana tidak, BPKM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) aja mencatat kalau UMKM mampu menyumbang PDB (Produk Domestik Bruto) sebesar 61,7%. Jadi wajar saja kalau produk dari usaha mikro jadi sering diekspor ke luar negeri. Nah, buat kamu yang penasaran bagaimana caranya supaya produk jualanmu bisa diekspor ke luar negeri, simak nih tips-tips berikut ini:

Selalu Perhatikan Kualitas

Mungkin kamu pernah lihat atau bahkan beli produk dengan embel-embel ‘kualitas ekspor.’ Sebenarnya ini adalah permainan kata-kata yang menunjukkan betapa tingginya kualitas suatu produk tadi. Pasalnya, regulasi setiap negara dalam mengimpor produk itu beda-beda. Semakin tinggi kualitas produkmu, semakin banyak juga negara yang akan menerima produkmu untuk diimpor ke negara mereka. Inilah kenapa produk dengan kualitas ekspor banyak dicari.

Menjaga kualitas bukanlah hal mudah. Produk dengan kualitas yang bagus pasti membutuhkan bahan baku yang bagus pula. Artinya bakal ada biaya lebih untuk mendatangkan bahan mentah ini. Tapi begitu kualitas produkmu diakui, permintaan yang datang dari luar negeri pasti akan meningkat sehingga biaya tambahan yang kamu keluarkan akan tertutup dengan keuntungan dari hasil penjualan.

Pastikan Jualanmu Unik dan Inovatif

Selain menjaga kualitas, pastikan juga jualanmu unik alias gak ada duanya. Inilah alasan kenapa produk kerajinan dari Indonesia banyak diekspor ke luar negeri. Soalnya produk kerajinan kita banyak mengandung budaya lokal yang pastinya hanya bisa ditemui di Indonesia. Lebih keren lagi kalau unsur budaya lokal ini bisa dipadukan dengan barang kebutuhan sehari-hari.

Inovasi juga gak kalah penting. Produk yang kamu buat harus punya nilai lebih yang gak ada di produk serupa. Unik dan Inovatif jadi kunci agar produkmu bisa bersaing di pasar global. Salah satu contoh produk lokal yang sukses menembus pasar global karena unik dan inovatif ini adalah batik. Selain kain batik tradisional, motif batik juga bisa ditemui dalam berbagai jenis produk pakaian, aksesoris, dan masih banyak lagi. Pantas aja batik jadi salah komoditas utama kita.

Ciptakan Branding yang Kuat

Langkah selanjutnya adalah membangun brand awareness. Konsumen harus selalu ingat kalau produk yang mereka pakai itu merupakan brand-mu. Produkmu harus bisa langsung dikenali oleh konsumen baik dari bentuk, nama, atau bahkan logo. Salah satu tujuannya adalah supaya konsumen hanya mau membeli produkmu dan bukan produk lain walaupun mungkin dua-duanya mirip.

Brand awareness tidak bisa dibangun secara instan. Kamu harus bisa secara konsisten membangun identitas mulai dari packaging hingga akun medsos. Jalin terus komunikasi dengan konsumenmu sampai akhirnya brand-mu akhirnya bisa dengan mudah dikenali orang. Tentukan juga brand voice seperti apa yang kamu mau agar kamu bisa makin dekat dengan konsumenmu.

Punya Skill Komunikasi Bisnis

Skill komunikasi bisnis di sini bukan berarti kamu harus ikutan kursus atau pelatihan komunikasi bisnis. Intinya sih, kamu harus paham bagaimana cara menjalin komunikasi dengan konsumen yang berasal dari luar negeri. Penguasaan bahasa asing memang penting dalam hal komunikasi, terutama dengan konsumen asal luar negeri. Meski begitu, bukan berarti kamu harus menguasai semua bahasa di mana kamu mengekspor produkmu. Sebenarnya cukup dengan menguasai bahasa Inggris secara dasar pun, kamu sudah bisa menjalin komunikasi setidaknya dalam hal membuat deskripsi produk. 

Punya Website Jualan Sendiri 

Nah, tips-tips tadi akan lebih mudah kamu lakukan jika kamu punya website jualan sendiri. Produk yang dipasarkan melalui website akan terasa lebih eksklusif dan membangun image kalau produkmu benar-benar memiliki kualitas yang bagus. Kamu juga bisa menunjukkan betapa unik dan inovatif produkmu melalui deskripsi produk atau dengan menulis review atau blog di websitemu. Membangun brand awareness juga akan lebih mudah jika kamu punya website jualan sendiri. Kamu juga bisa berkomunikasi langsung dengan konsumenmu melalui fitur live chat atau dengan menyambungkan tokomu ke akun Whatsapp.

Bikin website jualan juga gak sulit, kok. Kan udah ada TokoTalk, website ecommerce builder yang praktis untuk digunakan dan gratis selamanya. Fitur-fiturnya juga lengkap dan mengakomodasi semua yang dibutuhkan oleh brand-mu. Bahkan kamu juga bisa mengirim produkmu untuk dijual sampai ke Malaysia dan Singapura, soalnya metode pengiriman yang disediakan TokoTalk udah sampai ke 2 negara tadi. Selanjutnya kamu tinggal makin melebarkan sayap ke negara-negara lain, deh! 

Nah, selain tips-tips yang disebutkan di atas, gak ada salahnya juga loh kalau kamu belajar strategi marketing dari brand-brand besar yang biasa memasarkan produknya ke berbagai belahan dunia. Coba aja iseng-iseng follow akun medsos mereka dan perhatikan postingan seperti apa yang biasa mereka buat. Semoga bisa jadi referensi buat brand kamu sendiri ya, TokoFriends!

Sebarkan artikel:
0Shares
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *