cara mulai bisnis online

Cara Mulai Bisnis Online dari Nol dalam 6 Langkah

Siapa pun bisa mulai jualan online dan semua bisa sukses menjalankan bisnis online asalkan menggunakan panduan yang tepat. Dengan mengikuti cara mulai bisnis online dalam panduan ini, kamu akan memiliki bekal untuk meraih kesuksesan bisnis online ke depannya.

Pada artikel ini, kamu bisa menemukan cara mulai bisnis online dari nol. Mulai dari cara menentukan produk untuk dijual hingga tempat untuk memasarkan produk tersebut. Sudah tidak sabar ingin tahu bagaimana cara belajar bisnis untuk pemula? Simak selengkapnya di bawah ini!

Bagaimana cara mulai bisnis online dari nol?

Pada artikel ini, kamu bisa menemukan cara jualan online dari nol. Mulai dari cara menentukan produk untuk dijual hingga tempat untuk memasarkan produk tersebut. Sudah tidak sabar ingin tahu bagaimana cara belajar bisnis untuk pemula? Simak selengkapnya di bawah ini!

Memulai bisnis online memang tidak gampang, tapi bukan hal yang tidak mungkin! Ada tujuh cara mulai bisnis online dari nol. Langkah-langkah ini bisa diikuti

  1. Temukan kebutuhan pasar
  2. Riset pasar
  3. Analisis Kompetitor
  4. Tentukan Target Pasar
  5. Buat Produk
  6. Buat Website Toko Online

Temukan kebutuhan pasar

temukan kebutuhan pasar

Produk adalah hal pertama yang harus kamu siapkan ketika ingin memulai bisnis online. Produkmu harus sesuai dengan kebutuhan pasar agar memiliki potensi dan daya saing. Jangan sampai kamu menyediakan produk yang tidak dibutuhkan pasar karena besar kemungkinannya kamu akan mengalami kegagalan.

Menurut Forbes, 42 persen bisnis bangkrut karena gagal menemukan kebutuhan pasar. Mengapa mereka gagal? Karena produk  yang mereka tawarkan tidak berhasil mengatasi masalah pasar. Harus diingat bahwa ketika konsumen membeli produkmu, mereka hanya memiliki satu tujuan, yaitu untuk mengatasi masalah yang mereka miliki.

Oleh karena itu, ketika kamu memulai bisnis online yang pertama kali harus kamu pikiran adalah, apakah produk kamu dibutuhkan pasar? Apakah produkmu bisa menyelesaikan masalah konsumen?Bagaimana cara menemukan produk yang dibutuhkan pasar? Untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, yang harus kamu lakukan pertama kali adalah mengenali masalah. Banyak pemula yang salah langkah pada tahapan ini karena mereka terlalu berfokus pada produknya saja alih-alih pada kebutuhan pasar.

Kamu perlu mencari dan menentukan masalah seperti apa yang sedang dihadapi pasar. Lakukan observasi lapangan untuk menemukan masalah yang benar-benar dihadapi khalayak. Namun, jangan terpaku pada asumsi dirimu sendiri. Kamu harus terbuka pada informasi dan kemungkinan apa pun. Kamu bisa mencari tahu berbagai informasi di internet, media sosial, forum, marketplace, dan sebagainya.

Selain itu, kamu juga bisa berbicara langsung dengan sampel pasar. Kamu dapat mengadakan wawancara atau survey sederhana untuk mendapatkan insight langsung dari orang-orang yang menghadapi masalah tersebut.

Nah, kalau sudah ketemu masalah-masalahnya, waktunya memilih masalah yang bisa kamu atasi karena tidak semuanya punya potensi untuk dijadikan bisnis online. Coret masalah-masalah yang tidak memiliki potensi bisnis dan fokus pada satu masalah yang solusinya bisa kamu buat.

Riset pasar

riset pasar

Melakukan riset pasar dan kebutuhan konsumen adalah langkah awal yang harus kamu lakukan sebelum terjun ke dunia bisnis online. Kamu bisa melakukan riset melalui media sosial dengan memperhatikan kebutuhan dan produk yang paling banyak dicari oleh konsumen atau mencari tahu produk-produk yang sedang laris dan tren. Kedua kegiatan riset ini sangat mudah dilakukan dan tidak menelan biaya apa pun.

Cara sederhana lain mencari tahu tren pasar adalah dengan riset keyword di mesin pencari. Cek tren pencariannya, kata kunci apa saja yang terkait, berapa besar volume pencariannya, hingga lokasi asal pencariannya.

riset pasar menggunakan google trends

Kamu bisa menjalankan riset keyword ini menggunakan keyword tool yang tersedia di internet. Ada beberapa keyword tool yang bisa kamu gunakan secara gratis, di antaranya Google Trends, Ubersuggest, Semrush, dan Ahrefs

Pastikan produk yang ingin kamu pasarkan nanti memiliki volume pencarian yang tinggi. Artinya, banyak orang yang ingin mencari tahu produk tersebut dan besar kemungkinan mereka memiliki niat untuk melakukan pembelian. Jika volume pencarian dari produk yang hendak kamu jual terlampau tinggi, makin tinggi pula nantinya persaingan dalam menjual produk tersebut. Namun, kamu bisa mengakalinya dengan mencari varian unik dari produk tersebut, yang masih jarang dijual oleh seller lain tapi disukai konsumen.

Setelah mendapatkan berbagai temuan di mesin pencari atau media sosial, kamu bisa lanjut membuat survei karena informasi yang kamu dapatkan dari mesin mencari dan media sosial baru sebatas permukaan saja. Melalui survei, kamu bisa mendapatkan informasi yang lebih detail lagi. Selain itu, kamu juga bisa meminta saran dan masukan dari calon konsumen secara langsung. 

Analisis Kompetitor

analisis kompetitor

Untuk bisa bersaing dengan kompetitor, kamu harus mengenal mereka dengan sangat baik. Langkah awal kamu bisa mulai riset cara mereka menjual produk secara online. Cek jika mereka menggunakan marketplace, misalnya Tokopedia, Shopee, dan sebagainya, lalu kunjungi tokonya. Cari tahu produk apa saja yang mereka jual dan mana saja yang paling laris.

Jika kompetitormu berjualan online di website, kunjungi website mereka dan perhatikan setiap detailnya. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang bisa membantumu ketika menganalisis website kompetitor:

  • Seperti apa foto produk mereka? Bagaimana mereka menampilkan produk dan detailnya?
  • Produk apa saja yang mereka jual? Apa saja kategori dan variannya?
  • Metode pembayaran apa saja yang mereka tawarkan?
  • Apa metode pengiriman barang yang mereka sediakan?
  • Seberapa cepat loading website mereka?
  • Apakah website mereka mobile friendly?
  • Bagaimana mereka menampilkan media sosial di website?
  • Promosi dan diskon seperti apa yang mereka tawarkan? Seberapa sering mereka mengadakan promosi? 
  • Apakah mereka menampilkan testimoni konsumen di website? 

Dari sini, kamu bisa mendapat insight mengenai keunggulan produkmu nanti yang tidak dimiliki kompetitor. Dan, hal ini juga tidak sebatas produk saja, melainkan juga menyangkut layanan yang mereke berikan. Misalnya, ternyata kamu menemukan review di toko kompetitormu dari pembeli yang berkata bahwa pengirimannya lama dan pengemasannya asal-asalan. Kamu harus jadi lebih baik dari kompetitor tersebut, misalnya menyediakan pengemasan yang rapi dan, kalau memungkinkan, ditambah bubble wrap agar pembeli merasa aman.

Harga produk juga merupakan faktor yang harus dipertimbangkan. Namun, menjual barang lebih murah dari kompetitor tidak selamanya akan menjaring banyak pembeli. Oleh karena itu, kamu harus membandingkan harga produk para kompetitor. Kamu akan mengetahui harga rata-rata produk tersebut di pasaran dan di angka berapa konsumen mau merogoh kocek untuk membeli produk tersebut.

Tentukan Target Pasar

target pasar

Setelah kamu melakukan riset pasar dan analisis kompetitor, langkah selanjutnya yaitu menentukan target pasar. Penentuan target pasar sangat penting untukmu dalam memulai bisnis online. Kamu harus mengetahui siapa saja konsumen yang menjadi  sasaran bisnis karena kesalahan dalam memasarkan produk akan membuat produk kamu tidak laku di pasaran. 

Setiap produk memiliki pasarnya masing-masing. Misalnya, meskipun sama-sama ponsel, Oppo dan iPhone memiliki target pasar yang berbeda. Oppo menyasar pasar menengah ke bawah, sedangkan iPhone menyasar kelas menengah ke atas. Dengan memiliki target pasar yang spesifik, kamu bisa fokus untuk menguasai target pasar tersebut. Selain itu, ke depannya menyusun strategi marketing juga akan lebih mudah.

Buat Produk

buat produk

Jika sebelumnya kamu bertanya-tanya soal produk apa yang harus kamu jual? Di mana mendapatkannya? Dan, bagaimana cara mendapatkannya? Pertanyaan-pertanyaan ini tentu bisa kamu jawab dengan mudah sekarang berbekal data dari riset pasar, analisis kompetitor, dan target pasar kamu. Produkmu harus sesuai kebutuhan target pasar dan punya unique selling points (UPS) untuk bisa bersaing dengan kompetitor. 

Jika belum memungkinkan untuk membuat produk sendiri, kamu bisa memulai dengan menjadi dropshipper, lalu setelah kamu yakin dan sudah matang secara finansial, kamu bisa naik perlahan-lahan menjadi reseller. Pastikan barang yang kamu jual kembali (resell) bersifat tahan lama dan memiliki kemungkinan kecil untuk merugi. Bagaimana caranya? Pilihlah produk yang nilainya tidak menyusut seiring berjalannya waktu. Contohnya jika kamu menjadi reseller dan menyetok case dan aksesori iPhone, beberapa tahun ke depan Apple pasti akan mengeluarkan seri iPhone baru dan nilai dari produk yang kamu sediakan tersebut jelas akan turun dan terus turun. Oleh karena itu, hindari menyiapkan stok produk-produk yang berhubungan dengan elektronik, komputer, ponsel, serta produk yang memiliki masa garansi. 

Buat Website Toko Online

website toko online

Memulai bisnis online belum lengkap jika kamu belum memiliki tempat untuk berjualan. Ibarat berjualan secara offline di mana kamu membutuhkan toko atau lapak, bisnis online pun butuh toko serupa. Lalu, di mana tempat terbaik untuk berjualan online? Website jawabannya.

Menurut survei yang diadakan oleh Verisign, sebanyak 56 persen orang tidak memiliki kepercayaan terhadap bisnis online yang tidak punya website. Nah, apa yang akan terjadi jika orang tidak percaya pada bisnis online kamu? Sudah jelas mereka akan  mencari seller lain yang menyediakan produk serupa, atau dengan kata lain: mereka akan lari ke kompetitormu.

Untuk menghindari hal di atas, kamu harus meyakinkan calon customer bahwa bisnis online kamu benar-benar ada dan tepercaya. Salah satu cara yang paling efektif untuk mengatasinya adalah dengan memiliki website toko online pribadi yang resmi dan tidak abal-abal. Website kamu juga akan dilengkapi dengan domain, yang akan semakin meningkatkan profesionalisme bisnis online kamu. 

Kamu khawatir karena merasa tidak memiliki kemampuan untuk membuat website? Tenang saja, kamu tidak perlu menguasai coding dan desain untuk bisa membuat website. Bagaimana caranya? Kamu bisa mendaftar di TokoTalk dan kamu bisa langsung memiliki website berikut domain, desain custom, payment gateway, dan integrasi dengan berbagai kurir pengiriman.

Sudah siap memulai bisnis online dari nol? Semoga artikel ini  membantu! Dan, tunggu apa lagi? Buat website toko online kamu sekarang!

Sebarkan artikel:
0Shares
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *